Dapatkan Segera Buku & Hasil Penelitian PPIM UIN Jakarta Download Sekarang

Annabel Teh Gallop Tunjukkan Pemanfaatan Manuskrip Digital

Annabel Teh Gallop Tunjukkan Pemanfaatan Manuskrip Digital

Jakarta, PPIM – Kurator The British Library, Annabel Teh Gallop, menunjukkan beberapa contoh pemanfaatan manuskrip digital. Ia menunjukkannya dalam “Webinar Series on Indonesian Digitised Manuscripts” dengan tema “Digital Humanities dalam Kajian Manuskrip Nusantara” yang diselenggarakan oleh PPIM UIN Jakarta melalui kerja sama program DREAMSEA dan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa), Rabu (18/11).

“Contoh pemanfaatan yang dilakukan dapat berupa penerbitan manuskrip digital menjadi buku populer, ragam hias (iluminasi) sebagai inspirasi untuk desain grafis, dan ragam tulisan sebagai bahan kajian paleografi,” ujar ahli manuskrip Melayu ini.

Contoh yang ditunjukkan oleh Annabel adalah pemanfaatan manuskrip koleksi The British Library yang berjudul Hikayat Raja Babi. Manuskrip ini berbahasa Melayu dan ditulis dalam aksara Jawi. Manuskrip itu sempat membuat geger media sosial Malaysia ketika ada satu penerbit komersial yang memaparkannya di Facebook, kemudian menanyakan kepada warganet tentang rencana penerbitannya dalam seri buku fiksi.

Setelah memasang tiga halaman manuskrip digital di media sosial, didapatkan satu orang terpilih untuk mengalihaksarakannya. Sebulan berikutnya manuskrip siap diterbitkan lengkap dengan gambar ilustrasi yang menarik. Versi cetaknya dijual, tetapi versi buku elektroniknya disebarkan secara gratis dengan alasan bahwa manuskrip lama telah menjadi domain publik, sehingga tidak ada hak cipta yang melekat padanya.

“Alih aksaranya cukup baik dan dilengkapi dengan catatan kaki. Cerita pemanfaatan manuskrip ini terus berjalan. Tahun ini (2020) terbit kembali dalam versi terjemahan bahasa Inggris melalui croud sourcing (upaya bersama). Tentu hal ini menjadi gambaran bahwa manuskrip benar-benar bisa dimanfaatkan untuk masyarakat luas, bukan hanya untuk kalangan akademis,” ujar anggota Manassa ini.

Contoh lain yang ditunjukkan Annabel adalah ragam hias halaman atau iluminasi dari manuskrip Nusantara. Misalnya saja dari contoh manuskrip yang telah tersedia dalam repositori DREAMSEA sangat dimungkinkan kajian iluminasi untuk dimanfaatkan dalam karya seni grafis.

Sangat dimungkingkan, kajian iluminasi atau unsur hiasan dalam manuskrip dari Kuningan, Jawa Barat. Panel hiasannya sangat menarik. Ada unsur geometris yang tidak umum dibanding wilayah Nusantara lainnya. Tentu bisa dimanfaatkan untuk inspirasi desain grafis, para seniman, dan orang yang ingin tahu rasa seni pada masa lampau,” imbuhnya.

Aspek lain yang bisa dimanfaatkan dari manuskrip digital yaitu melalui kajian paleografi atau ragam tulisan sehari-hari. Menurutnya, dengan ketersediaan sumber manuskrip digital yang bisa diakses secara bebas, kajian perbandingan tulisan tangan sangat mungkin dilakukan tanpa harus meninjau langsung ke lokasi penyimpanan manuskripnya. Manuskrip digital dari repositori DREAMSEA sangat relevan sebagai bahan kajian paleografi.

Webinar Manuskrip Digital adalah diskusi bulanan yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube “DREAMSEA Manuscripts”. Selain Annabel, diskusi perdana yang dimoderatori oleh Aditia Gunawan (Manassa) ini dihadiri juga oleh Prof. Dr. Jan van der Putten (University of Hamburg, Jerman) dan Dr. David Moeljadi (Palacky University Olomouc, Republik Ceko) sebagai narasumber.

 

 

Penulis: Ilham Nurwansah
Editor: M. Nida Fadlan

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


X