Dapatkan Segera Buku & Hasil Penelitian PPIM UIN Jakarta Download Sekarang

Giat Rawat Manuskrip, DREAMSEA Apresiasi Manassa-Perpusnas

Giat Rawat Manuskrip, DREAMSEA Apresiasi Manassa-Perpusnas

PPIM, Jakarta – Principal Investigator DREAMSEA, Prof. Oman Fathurahman, mengapresiasi stakeholder pelestari budaya berbasis manuskrip, khususnya yang tergabung dalam Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa). Apresiasi itu disampaikan Oman dalam “Webinar Series on Indonesian Digitised Manuscripts” bertema “Digitalisasi, Mendampingi Masyarakat Merawat Manuskrip Nusantara” yang diselenggarakan oleh PPIM UIN Jakarta melalui program DREAMSEA dan kerja sama dengan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa), Rabu (16/12).

“Sebagai Principal Investigator, bersama Prof. Jan van der Putten di Hamburg, DREAMSEA sangat berhutang budi pada teman-teman sekalian. Secara kelembagaan, kami tidak bisa melupakan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Manassa, sebagai satu-satunya lembaga yang berdedikasi untuk merawat manuskrip kita,” paparnya.

Sejak 2018, Manassa melalui para anggotanya sangat giat mendukung program pelestarian manuskrip Nusantara melalui digitalisasi yang digagas oleh DREAMSEA. Manassa sebagai stakeholder pernaskahan Nusantara memiliki akses yang sangat luas terhadap masyarakat pemilik manuskrip. Selama tiga tahun terakhir, ratusan ribu halaman manuskrip milik lebih dari 50 orang masyarakat Indonesia telah berhasil didigitalisasi.

Selain mendigitalisasi manuskrip, kerja sama ini memberikan inspirasi untuk dipromosikanya penelitian dan giat budaya berbasiskan manuskrip Nusantara. Oman menyebut bahwa ia sering mengapresiasi ritual-ritual populer atau giat kebudayaan yang berbasis pada manuskrip. Misalnya, festival atau kegiatan seperti yang dilakukan oleh para narasumber webinar kali ini.

“Seperti halnya para narasumber kita, Mbak Wiwin yang menginisiasi Mocoan Lontar Yusup di Banyuwangi, Ki Tarka yang bergerak di Indramayu, juga Uda Pramono yang selain menulis, membuat film, dan membertian edukasi kepada mahasiswa. Itu suatu kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri buat kita semua,” ujar Oman.

Selain Manassa, Oman juga secara khusus mengapresiasi peran Perpustakaan Nasional RI yang berdedikasi merawat pernaskahan Nusantara. Menurut Oman, Perpusnas adalah bukti hadirnya negara dalam bertugas dan berfungsi merawat khazanah budaya Nusantara.

“Kepada Kang Mumu saya ucapkan terima kasih secara khusus, karena Manassa ini adalah penghubung kepada para stakeholder kita. Perpustakaan Nasional dan Manassa merupakan aset bersama kita,” pungkasnya.

Webinar Manuskrip Digital adalah diskusi bulanan yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube “DREAMSEA Manuscripts”. Diskusi seri kedua yang dimoderatori oleh Muhammad Nida Fadlan (Data Manager DREAMSEA) ini dihadiri oleh Dr. Pramono (Sekretaris Umum Manassa), Wiwin Indiarti, M,Hum (Pegiat Mocoan Lontar Yusup Milenial Banyuwangi) dan Ki Tarka Sutarahardja (Budayawan Indramayu) sebagai narasumber.

 

Penulis: Ilham Nurwansah
Editor: M. Nida Fadlan

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


X