Dapatkan Segera Buku & Hasil Penelitian PPIM UIN Jakarta Download Sekarang

150 DA’I MUDA DI BEKALI STRATEGI DAKWAH ISLAM CINTA DI MEDIA DIGITAL

150 DA’I MUDA DI BEKALI STRATEGI DAKWAH ISLAM CINTA DI MEDIA DIGITAL

Jakarta, PPIM UIN Jakarta – “Para Da’i Muda hendaknya dapat berdakwah kepada masyarakat sesuai dengan zamannya”. Demikian ungkapan Profesor Jamhari Makruf saat membuka acara Webinar Series Akademi Digital untuk Da’i Muda, pada Rabu 15 September 2021.

Profesor Jamhari menjelaskan menjadi pendakwah sekarang ini memiliki tantangan yang kompleks, mereka dituntut bukan hanya memiliki kemampuan berdakwah di masyarakat secara luring (luar jaringan) tetapi juga dapat memiliki kemampuan berdakwah secara daring (dalam jaringan), terlebih di masa pandemi Covid-19. Namun, meningkatnya konektivitas dunia digital justru semakin memperburuk permasalahan ekstremisme kekerasan. Kondisi ini juga diperkuat dengan temuan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta yang mencatat 67,2% isu mengenai konservatisme menguasai perbincangan di dunia maya selama satu dekade terakhir.

Sementara, Profesor Oman Fathurahman yang menjadi narasumber di sesi pertama mengingatkan para Da’i Muda akan esensi dari ajaran Rasulullah SAW yang penuh cinta dan kasih sayang, “Rasul bukan hanya memberi kasih sayang secukupnya, tetapi rauf ar-rahim, memberi lebih dari secukupnya”. Tegasnya

Sejalan dengan Profesor Oman, Sakdiyah Ma’ruf yang di kenal sebagai Stand Up Comedian Muslimah memberikan tips agar para Da’i Muda yang concern berdakwah di media digital dapat menyajikan konten humor, hal ini bertujuan agar dapat menarik perhatian para netizen, sebagaimana tradisi humor dalam dakwah Nabi dan sahabatnya.

Hadir juga narasumber ke tiga, Haidar Bagir yang menegaskan Tuhannya Islam adalah Tuhan Kasih Sayang. Para ahli menyatakan bahwa sesungguhnya Tuhan menciptakan manusia itu karena cinta dan agar mereka belajar mencintai-Nya, seperti diungkap dalam berbagai ajaran-Nya dan ajaran Nabi-Nya, hanya mungkin diwujudkan kedalam kecintaan kepada manusia, makhluk-Nya.

Webinar series Akademi Digital untuk Da’i Muda ini di tutup dengan sesi Irfan Amalee yang menyatakan bahwa kondisi umat Islam sekarang mengingatkan kita pada hadis Nabi SAW, bahwa pada suatu masa nanti, umat Islam akan banyak jumlahnya, tapi hanya bagaikan buih lautan yang hilang di terpa angin. Betapa semua itu jauh dari citra Islam Nabi SAW yang membawa kedamaian. Ditangan Nabi SAW dan para sahabatnya, Islam berkembang seantero dunia, hidup dan bertumbuh memengaruhi peradaban dunia sehingga bekasnya dapat dirasakan sampai sekarang.

Terselenggaranya Webinar Series Akademi Digital untuk Da’i Muda 2021 merupakan creative collaboration PPIM UIN Jakarta melalui Merit Indonesia bersama Gerakan Islam Cinta (GIC) dan PeaceGen.  Kegiatan ini merupakan langkah awal dari pelatihan dan pendampingan kepada 30 Dai Muda selama dua minggu bersama tim ahli. Para Da’i Muda yang seharusnya menjadi aktor berpengaruh dalam diseminasi pesan keagamaan moderat nyatanya masih terkendala dengan berbagai kemampuan teknis ketika dihadapkan dengan media digital. Kemampuan seperti digital storytelling, social media management, data analysis, dan copywriting menjadi tantangan namun perlu dimiliki oleh merka. Tandas Edy Aqdiwijaya, Ketua Gerakan Islam Cinta sekaligus penyelenggara kegiatan Webinar Series Akademi Digital untuk Da’i Muda 2021.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


X