Dapatkan Segera Buku & Hasil Penelitian PPIM UIN Jakarta Download Sekarang

Pertemuan PPIM dan Bappenas Tegaskan Prioritas Riset Lingkungan

Direktur Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta beserta rombongan mengadakan pertemuan dengan Deputi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan, Drs. Amich Alhumami, MA, M.Ed, PhD.

Share this post

Pertemuan PPIM dan Bappenas Tegaskan Prioritas Riset Lingkungan

Jakarta – PPIM, Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta mengadakan audiensi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada Jumat, 23 Februari 2024. Sebagaimana disampaikan Manager Program REACT, Saiful Umam, pertemuan ini bertujuan untuk mengintegrasikan riset PPIM dengan program-program terkait di kementerian dan lembaga lain di Indonesia.

Dukungan Bappenas untuk Riset Lingkungan

Deputi Bappenas bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan, Drs. Amich Alhumami, MA, M.Ed, PhD menyambut baik kegiatan ini dan mengajak PPIM berkontribusi dalam program riset Bappenas, termasuk transformasi digital terkait kesehatan, lingkungan, dan pangan di bidang Pendidikan Tinggi.

Survei Nasional Agama dan Lingkungan

Direktur Eksekutif PPIM, Didin Syafruddin, menjelaskan bahwa PPIM akan memulai survei dan riset nasional terkait agama dan lingkungan mulai tahun ini. Riset ini memantau perkembangan gerakan lingkungan hidup berdasarkan agama, kepercayaan, dan kearifan lokal, serta pengembangan wacana Green Islam di Indonesia.

Baca Juga: Aktivis Lingkungan Berbasis Agama, Kepercayaan, dan Kearifan Lokal Serukan Pemerintah Serius Atasi Krisis Lingkungan

Komitmen PPIM untuk Kehidupan Berkelanjutan

Program Manager REACT, Saiful Umam, menyatakan komitmen PPIM untuk mendorong kehidupan lingkungan yang berkelanjutan dan seimbang. PPIM ingin memperkuat kelompok keagamaan, terutama komunitas Muslim, untuk mendukung konsep Green Islam.

Survei Melibatkan 3500 Responden

Koordinator Survei Nasional PPIM, Iim Halimatussa’diyah, menjelaskan bahwa survei ini melibatkan lebih dari 3500 responden, termasuk anak muda, dan akan memeriksa nilai-nilai, ritual, pandangan, dan gerakan keagamaan dalam kaitannya dengan lingkungan.

Penelitian Mencakup Penghayat Kepercayaan dan Kearifan Lokal

Menurut Testriono, koordinator penelitian REACT, penelitian PPIM tidak hanya fokus pada agama, tetapi juga pada penghayat kepercayaan, kearifan lokal, dan jaringan kelompok pelaku lingkungan. Riset ini juga mengevaluasi kondisi pesantren dan eco-pesantren.

Baca Juga: PPIM UIN Jakarta dan Kedutaan Besar Belanda Luncurkan Proyek REACT untuk Meningkatkan Aksi Lingkungan Berbasis Agama di Indonesia

Kampanye Publik untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

Koordinator Kampanye Publik, Dadi Darmadi, menjelaskan kegiatan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat terkait lingkungan. Kegiatan ini termasuk konferensi, Youth Camp di tahun pertama, dan REACT Day di tahun kedua.

Dukungan Bappenas dan Saran Pilot Project

Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan Bappenas, Didik Darmanto, S.Sos, MPA menyatakan dukungan Bappenas terhadap kegiatan PPIM UIN Jakarta. Ia menyarankan PPIM melakukan pilot project di daerah berbeda untuk memperkuat agama dan budaya dalam pelestarian lingkungan.

Amich Alhumami menegaskan relevansi isu lingkungan bagi Bappenas. Bappenas telah mengadopsi pemikiran Sustainable Development Goals (SDGs) dengan memasukkan pilar lingkungan sebagai faktor penting untuk menjaga sumber daya alam, pembangunan manusia, dan perkembangan kebudayaan. PPIM diharapkan dapat terus bersinergi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk suksesnya kegiatan REACT ke depannya.

Pentingnya Meningkatkan Kompetensi Guru

Dalam harapan Bappenas, survei dan riset ini akan menekankan pentingnya meningkatkan kompetensi guru sebagai pendidik baik di bidang agama, sains, maupun lingkungan. Hal ini harus terus dikomunikasikan kepada kementerian terkait. Selain nama-nama di atas, pertemuan ini juga dihadiri oleh peneliti senior PPIM UIN Fuad Jabali, dan sekretaris program REACT, Fikri Fahrul Faiz. [dd1]