Dapatkan Segera Buku & Hasil Penelitian PPIM UIN Jakarta Download Sekarang

Aktivis Agama dan Lingkungan Kukuhkan Komitmen Pelestarian Lingkungan

Peserta diskusi kelompok terarah (FGD) REACT di Suarabaya berfoto di sela kegiatan.

Share this post

Aktivis Agama dan Lingkungan Kukuhkan Komitmen Pelestarian Lingkungan

Surabaya, 8 Maret 2024 – Diskusi Kelompok Terarah (FGD) kedua tentang agama dan lingkungan yang diselenggarakan oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta di Surabaya pada 6-8 Maret 2024 menghasilkan pernyataan bersama dari para aktivis lintas agama, kepercayaan, dan kearifan lokal untuk bersatu dalam upaya pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan dan seimbang di Indonesia.

Para aktivis menegaskan komitmen kolektif mereka untuk mencegah dan mengecam segala bentuk kejahatan lingkungan. Dengan semangat kolaborasi dan sinergi, para aktivis akan memerangi ancaman yang membahayakan ekosistem, merugikan masyarakat, dan mengancam kesehatan publik.

Sedikitnya ada empat poin pernyataan bersama yang digagas para aktivis. Poin-poin tersebut yakni: Perlindungan Lingkungan; Solidaritas, Kolaborasi dan Jaringan; Pelibatan Lintas Generasi pada Isu Lingkungan; dan Desakan Pemulihan dan Penindakan Kejahatan Lingkungan.

Baca Juga: PPIM UIN Jakarta Bertemu dengan Prof. Dr. Haedar Nashir untuk Bahas Peran Muhammadiyah dalam Pelestarian Lingkungan

Program Manager REACT (Religious Environmentalism Actions) Saiful Umam mengatakan, kegiatan ini bukan hanya sebagai wadah dialog, pertemuan ini juga menjadi panggung bagi para aktivis untuk menegaskan komitmen mereka terhadap pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan dan seimbang di Indonesia.

“Semoga komunikasi dan koordinasi kita antar komunitas dan lembaga yang konsen dengan isu agama dan lingkungan ini semakin erat dan tercipta kolaborasi yang membawa manfaat dan kemaslahatan bersama,” ujar Saiful Umam.

Direktur Eksekutif PPIM UIN Jakarta Didin Syafruddin mengapresiasi komitmen aktivis dalam berjejaring dan berkolaborasi. Isu krisis iklim, menurutnya, tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, butuh upaya kolektif untuk mengarusutamakan isu ini.

Baca Juga: Launching REACT, Tri Mumpuni Ajak Masyarakat Menjaga Keberkahan Alam Indonesia

“Terima kasih atas saran, masukan dan kontribusi teman-teman aktivis yang hadir di Surabaya. Kami berharap kolaborasi yang lebih riil ke depan,“ katanya.

Siaran Pers Dukungan dan partisipasi dari media dan masyarakat luas sangat diharapkan untuk menyebarkan semangat pernyataan bersama ini sebagai tonggak positif dalam perjuangan pelestarian lingkungan hidup di Indonesia.

Pernyataan Bersama: Komitmen Pelestarian Lingkungan Hidup yang Berkeadilan dan Berkelanjutan untuk Indonesia

Sebagai bentuk kekhawatiran atas kerusakan dan bencana lingkungan yang disebabkan oleh keterpautan masalah sistemik (struktural dan akhlak), kami, Aktivis Lintas Agama, Kepercayaan dan Kearifan Lokal, dengan ini menyampaikan pernyataan bersama sebagai berikut:

  1. Perlindungan Lingkungan
    Berkomitmen untuk bekerja sama dalam mencegah dan mengecam kejahatan lingkungan yang menghancurkan ekosistem, memiskinkan rakyat, mengganggu kesehatan masyarakat, menurunkan kewibawaan negara, menghancurkan kebudayaan, serta menghilangkan moral dan spiritualitas terhadap lingkungan hidup.
  2. Penguatan Solidaritas, Kolaborasi dan Jaringan
    Berkomitmen untuk saling bekerja sama dalam merawat dan menjaga lingkungan hidup. Dalam konteks pelestarian keanekaragaman hayati, pengurangan polusi, dan kedaulatan sumber daya alam, kami akan terus menggali pemahaman mendalam tentang kesejatian tradisi agama dan kearifan lokal untuk membangun kesadaran lingkungan yang berakar pada basis pengetahuan dan ajaran keagamaan di Indonesia.
  3. Pelibatan Lintas Generasi pada Isu Lingkungan
    Berkomitmen untuk bersama mengedukasi dan melibatkan lintas generasi dalam pelestarian dan pengelolaan berbagai isu lingkungan hidup dan bencana ekologi, sebagai bentuk pengarusutamaan isu lingkungan.
  4. Desakan Pemulihan dan Penindakan Kejahatan Lingkungan
    Mendesak negara untuk tidak mendukung, melayani dan melakukan segala aksi kejahatan lingkungan. Kami juga mendesak negara untuk melakukan aksi nyata terhadap pemulihan lingkungan hidup dan pencegahan bencana ekologis secara terus menerus, serta menindak secara tegas kejahatan lingkungan dan mewujudkan keadilan sosio-ekologis.

Kami, Aktivis Lintas Agama, Kepercayaan dan Kearifan Lokal, meyakini bahwa komitmen ini tidak hanya menjadi fondasi, tetapi juga pendorong kuat untuk mewujudkan kedaulatan lingkungan yang berkeadilan dan berkelanjutan di Indonesia.

Latar Belakang Organisasi dan Komunitas Lingkungan Hidup Berbasis Agama, Kepercayaan, dan Kearifan Lokal:

  • Adat Musi
  • AgriQuran
  • Bumi Langit Permaculture Institute
  • Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Komite Yogyakarta
  • Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Pusat
  • Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT)
  • Jaringan Pemuda Kristen Hijau
  • Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) Komite Malang
  • Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) Yogyakarta
  • Komunitas Adat Ammatoa Kajang
  • Komunitas Save Ake Gaale
  • Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur
  • Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Yogyakarta
  • Masyarakat Adat Dayak Iban Rumah Betang Sungai Utik Kalimantan Barat
  • Muslim for Shared Action on Climate Impact (Mosaic)
  • Parisada Hindu Dharma (PHDI)
  • Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta
  • Sanggar Hijau Indonesia
  • Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM)
  • Yayasan Bina Bhakti Lingkungan
  • Yayasan Hadji Kalla