Jakarta, PPIM – Fernanda Ambar Pratiwi, Biarawati Katolik, mengajak generasi muda agar tidak mudah menyudutkan dan merendahkan orang lain. “Jangan julid dan jangan nyinyir,” ungkap Fernanda dalam Webinar Series #ModerasiBeragama bertema “Milenial Lintas Iman Bicara Moderasi Beragama” yang diselenggarakan oleh PPIM UIN Jakarta melalui program CONVEY Indonesia, Jumat (24/7).

Pemimpin Asrama Mahasiswi Syantikara ini menegaskan pentingnya membuka pikiran dan menghargai keragaman. Ia meyakini bahwa setiap pribadi pada hakikatnya adalah orang yang baik karena diciptakan dengan penuh cinta oleh Tuhan.

Untuk menegaskan kesamaan diantara sesama, Fernanda menegaskan pentingnya berdialog khususnya dalam persoalan kemaslahatan bangsa.  Sebagai warga negara, apapun agamanya memiliki kewajiban yang sama, untuk bela negara, untuk melestarikan budaya, untuk mengembangkan bangsa sebagai bangsa yang bermartabat, hidup adil, saling membantu, gotong royong, dan menjaga keluhuran budaya.

“Dialog itu untuk mengenal diri kita. Mengenal diri bukan untuk egois tetapi untuk makin manusiawi dan menghargai kemanusiaan dalam diri saya maupun diri sesama. Makin mendalam (dialog) makin terbuka pula dengan segala yang ada di luar dirinya,” ungkap Fernanda.

Selain Fernanda, webinar yang dipimpin Team Leader CONVEY Indonesia Jamhari Makruf ini menghadirkan Milenial Lintas Iman lainnya seperti Meilan Rahayu Putri sebagai Ketua Pemuda Agama Khonghucu Indonesia Bogor, Ida Ayu Prasati dari Perwakilan Umat Hindu, Pendeta Kristen Protestan Yerry Pattinasarany, Anes Dwi Prasetya dari HIKMAHBUDI, dan Fikri Fahrul Faiz dari CONVEY Indonesia.

Penulis: Andita Putri Ghassani
Editor: Zhella Apriesta