Jakarta, PPIM – NU Care atau dikenal dengan Lazis NU melalui Direktur Eksekutif, Abdur Rouf, mengungkapkan bahwa bahwa gerakan filantropi dan moderasi beragama selaras dengan lima prinsip maqashid Syariah. Kelimanya adalah kebebasan beragama dengan adanya tindakan pencegahan ekstremisme (hifz din), pelayanan kesehatan (hifz nafs), akses pendidikan dan kebebasan berpendapat (hifz aql), menjaga keturunan dan pemenuhan gizi anak (hifz nasab), dan pemberdayaan ekonomi (hifz mal).

“Dalam konteks moderasi beragama, spiritnya adalah bagaimana kita memberikan kebebasan beragama, praktek keberagamaan dan bagaimana kita mampu memberikan pelayanan kesehatan serta mampu memberikan pembangunan gerakan perdamaian dan akses pendidikan”, demikian papar Rouf dalam webinar Series #ModerasiBeragama dengan tajuk “Kedermawanan dan Filantropi dalam Kerangka Moderasi Beragama” yang dihelat oleh PPIM UIN Jakarta bekerja sama dengan Social Trust Fund UIN Jakarta melalui program CONVEY Indonesia, Jumat (28/8).

Komitmen filantropi dan moderasi beragama terus digaungkan oleh Nahdlatul Ulama khususnya melalui NU Care. Rouf menjelaskan bahwa praktik tersebut dapat dilihat dalam konsep awal pendirian pesantren di Indonesia. Ini merupakan komitmen atas pelaksanaan ajaran Islam guna mendakwahkan Islam dengan prinsip tawasuth (moderat), tasamuh (toleransi), tawazun (proporsional), dan i’tidal (berkeadilan).

“Sejak abad ke-17, banyak pesantren berdiri dari kesukarelaan dan gerakan filantropi yang dikembangkan, walaupun tidak semua pesantren dapat bertahan, tapi setidaknya tradisi ini bisa bertahan berabad-abad”, ungkap Rouf.

Webinar Moderasi Beragama ini dilaksanakan setiap Jumat melalui kanal Youtube “Convey Indonesia”. Selain Rouf, diskusi yang dimoderatori oleh Team Leader Convey Indonesia, Jamhari Makruf, ini dihadiri juga oleh narasumber penggerak bidang filantropi, seperti Amelia Fauzia (Direktur STF UIN Jakarta), Hilman Latief (Ketua Pengurus LazisMu PP Muhammadiyah), dan Haidar Bagir (Pendiri dan Direktur Mizan Grup).

Penulis: Andita Putri Ghassani
Editor: Zhella Apriesta