Jakarta, PPIM – Pendiri dan Direktur Mizan Grup, Haidar Bagir, mengatakan bahwa kemiskinan merupakan salah satu jalur utama terjadinya tindakan ekstremisme. Menurut Haidar, perekrutan yang dilakukan oleh gerakan ekstremisme banyak menyasar masyarakat marginal yang dekat dengan kemiskinan.

Pernyataan Haidar tersebut diucapkan dalam webinar Series #ModerasiBeragama dengan tajuk “Kedermawanan dan Filantropi dalam Kerangka Moderasi Beragama” yang dihelat oleh PPIM UIN Jakarta bekerja sama dengan Social Trust Fund UIN Jakarta melalui program CONVEY Indonesia, Jumat (28/8).

Untuk mengatasi hal tersebut, Haidar mengingatkan pentingnya mewujudkan social justice yang bisa diwujudkan melalui kegiatan saling berbagi (filantropi). Haidar juga mengajak semua pihak untuk tidak memaknai konsep zakat dan sedekah dalam Islam dengan pemahaman yang sempit.

“Misalnya makna muallaf, muallafah qulubuhum yang terlanjur terkepung dalam pikiran masyarakat sebagai orang yang baru masuk islam. Padahal jika melihat dari asal katanya, pendapat para imam fiqh menafsirkan kata tersebut paling sedikit menjadi tiga golongan, yaitu orang non-muslim yang baru masuk islam, seseorang yang diaharapkan kebaikannya dan untuk keperluan itu dia harus dibayar penyokongannya, dan kelompok orang yang jika tidak kita bantu bisa menjadi sumber keburukan bagi masyarakat” papar Haidar.
Haidar menambahkan bahwa penguatan gerakan filantropis merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan moderasi beragama. Hal ini yang bisa dilakukan dengan dua cara yaitu memberikan dana yang kita kumpulkan dari zakat, infaq, dan sedekah kepada lembaga yang bergerak dalam bidang pembangunan masyarakat yang moderat dan memberikan dana kepada masyarakat yang jika kita berikan itu dia bisa menjadi bagian masyarakat yang tidak moderat,

Webinar Moderasi Beragama ini dilaksanakan setiap Jumat melalui kanal Youtube “Convey Indonesia”. Selain Haidar, diskusi yang dimoderatori oleh Team Leader Convey Indonesia, Jamhari Makruf, ini dihadiri juga oleh narasumber penggerak bidang filantropi, seperti Amelia Fauzia (Direktur STF UIN Jakarta), Hilman Latief (Ketua Pengurus LazisMu PP Muhammadiyah), dan Abdur Rouf (Direktur Eksekutif NU Care, LazisNU).

Penulis: Syaifa Rodiyah
Editor: M. Nida Fadlan