Jakarta, PPIM – “Moderasi beragama akan sukses jika gurunya cerdas, kreatif dan menjaga ideologi sekolah dengan menanamkan Islam yang rahmatan lil alamin”, ujar Team Leader CONVEY Indonesia, Jamhari Makruf. Pernyataan ini disampaikan Jamhari dalam webinar series #ModerasiBeragama dengan tema “Moderasi Beragama dalam Pendidikan Agama Islam” yang diselenggarakan oleh PPIM UIN Jakarta melalui program Convey Indonesia, Jumat (25/9).

Jamhari menyebutkan adanya kelemahan dalam kurikulum PAI. Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini secara tegas memaparkan kurikulum PAI yang belum mengakomodir keragaman. Hal lainnya adalah mengenai metode pembelajaran yang cenderung berimbas pada cara pandang guru PAI terhadap keragaman.

“Kekurangan pada kurikulum memang diakui masih ada beberapa kelemahan, seperti kurangnya mengadopsi keragaman baik dalam internal maupun eksternal serta metode pembelajaran guru juga perlu ditingkatkan,” ungkap alumni Australian National University ini.

Webinar ini menyimpulkan hal-hal yang perlu diperkuat dalam membangun moderasi beragama khususnya di lingkungan sekolah, seperti memperkuat kompetensi guru PAI dan memperbanyak ruang dialog guru dan orang tua agar memiliki pemahaman lebih mendalam tentang moderasi beragama.

Webinar Moderasi Beragama ini dilaksanakan setiap Jumat melalui kanal Youtube “PPIM UIN Jakarta” dan “Convey Indonesia”. Pada sesi kali ini, Jamhari memandu diskusi yang dihadiri oleh Tb. Ace Hasan Syadzily (Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI), Mahnan Marbawi (Ketua Umum Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia), dan Dyah Salsabil (Guru PAI Kementerian Agama Bandung Barat).

Penulis: Grace Rachmanda
Editor: M. Nida Fadlan