Jakarta, PPIM – Jamhari Makruf, Guru Besar Antropologi UIN Jakarta, menyatakan bahwa media sosial bisa dilihat dari dua sisi, bisa digunakan untuk hal positif tapi kerap kali untuk hal yang negatif. Pernyataan tersebut diungkapkan saat memandu acara webinar Series #ModerasiBeragama dengan tajuk “Media Sosial untuk Moderasi Beragama” yang dihelat oleh PPIM UIN Jakarta melalui program CONVEY Indonesia, Jumat (09/10).

Jamhari menegaskan bahwa media sosial menjadi kebutuhan setiap individu untuk hal-hal positif, seperti berinteraksi lebih mudah seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih.

“Saya ingat waktu saya masih kecil, kalau ada berita dari kolega yang jauh harus menggunakan telegram dan baru tahu berita itu beberapa hari kemudian, karena jasa teknologi, persoalan itu tidak terjadi lagi,“ tandas Team Leader CONVEY Indonesia ini.

Kendati demikian, tambah Jamhari, media sosial juga acap kali menjadi sarana persebaran berita negatif di masyarakat.

“Tapi, media sosial memiliki dambak yang kurang baik seperti disinformasi, berita hoax, dan ada digunakan oleh kelompok-kelompok tertentu yang sengaja menciotakan berita kurang baik untuk mengacaukan psikologi,” imbuhnya.

Webinar Moderasi Beragama ini dilaksanakan setiap Jumat melalui kanal Youtube “PPIM UIN Jakarta”. Pada kesempatan ini hadir para narasumber, seperti Ismail Fahmi, Pencipta Aplikasi Drone Emprit; Iim Halimatusa’diyah, koordinator riset “Media and Religious Conservatism” PPIM; dan Abdul Karim Munthe dari Sindikasi media Islam.

Penulis: Abdallah
Editor: M. Nida Fadlan