Jakarta, PPIM – Kang Oman, sapaan akrab Prof. Dr. Oman Fathurahman, menyebutkan kisah berhaji dalam manuskrip Nusantara saat ini sudah bisa diakses secara daring (online). Keterangan tersebut disampaikan Guru Besar Filologi Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu dalam program kajian manuskrip dua Jumatan, Ngaji Manuskrip Kuno Nusantara (Ngariksa), Jumat malam (17/7).

Salah satu sumber primer penyedia manuskrip digital Nusantara yaitu repositori yang dikelola oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Centre for the Study of Manuscript Cultures (CSMC) Universitas Hamburg melalui program Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA).

“Saat ini kita bisa mengakses manuskrip Nusantara tentang haji secara online dengan mudah dan gratis, misalnya pada repositori DREAMSEA, Perpustakaan Nasional RI, dan British Library”, papar pengampu Ngariksa ini.

Oman menambahkan bahwa teks dalam naskah yang telah tersedia dalam repositori tersebut dapat dengan mudah dicari berdasarkan kata kuncinya, misalnya “hajj” untuk teks dengan topik haji. Di samping itu, kualitas citra naskah sangat baik sehingga tidak pecah saat diperbesar.

Sejak 2018 Program DREAMSEA telah melakukan digitalisasi naskah kuno ke berbagai tempat di Asia Tenggara. Lebih dari 118.000 halaman dari 57 koleksi di 18 kota di  Indonesia, Laos dan Thailand berhasil didigitalisasi. Secara bertahap naskah-naskah tersebut diolah untuk dipublikasikan secara online. Naskah-naskah yang telah tersedia dapat diakses di Repositori DREAMSEA.

Program DREAMSEA didukung oleh Arcadia Foundation, lembaga donasi yang didirikan oleh Lisbet Rausing dan Peter Baldwin di Inggris dengan misi utama untuk melestarikan warisan budaya, pelestarian lingkungan, dan mempromosikan akses terbuka (open access) di seluruh dunia.

Penulis: Ilham Nurwansah