Jakarta, PPIM – Ketua Sindikasi Media Islam, Abdul Karim Munthe, menyebut media keislaman harus mulai bersiap untuk memasuki era baru Society 5.0. Pernyataan ini disampaikannya dalam dalam Webinar Series #ModerasiBeragama bertema “Media Sosial untuk Moderasi Beragama” yang diselenggarakan oleh PPIM UIN Jakarta melalui program CONVEY Indonesia, Jumat (9/10).
Abdul Karim menyebut media keislaman harus bersiap menyambut era baru yang disebut juga dengan era ‘super smart’ ini. Media Islam sendiri baru marak sekitar tahun 2010, namun sekitar tahun 2000an sudah ada beberapa media islam diantaranya, yaitu islamlib.com (2001); gusmus.net (2004); bahkan website dari Organisasi Islam terbesar pun milik NU (nu.or.id) pertama kali dibuat tahun 1999 tapi sekian lama hanya memberitakan kegiatan organisasi saja.
“Revolusi industri dan Society ini akan turut mempengaruhi gaya hidup kita termasuk gaya pemahaman dan juga keragaman kita” ujar Abdul Karim.
Revolusi ini akan memberikan wajah baru dalam penyajian ragam kajian keagamaan. Penyedia konten harus memperkaya pembahasannya dengan isu-isu yang sering kali muncul di media sosial selain memperkuat konten-konten pokok keagamaan.
“Pembicaraan Islam di media sosial cukup beragam dengan isu privasi kehidupan, hingga kesehatan mental juga menjadi isu penting,” ungkap Abdul Karim.
Webinar Moderasi Beragama ini dilaksanakan setiap Jum’at melalui kanal Youtube “PPIM UIN Jakarta” dan “Convey Indonesia”. Selain Abdul Karim, diskusi yang dimoderatori oleh Team Leader Convey Indonesia, Jamhari Makruf, ini menghadirkan narasumber lainnya yaitu, Ismail Fahmi, Ph.D (Pencipta Aplikasi Drone Emprit) dan Iim Halimatusa’diyah, Ph.D (Koordinator Riset Media and Religious Conservatism).

Penulis: Grace Rachmanda