Selamat Datang di Website Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Jakarta

Asosiasi Pengkaji Islam Asia Tenggara Dideklarasikan

  • Writer: M.Nida
  • Category: Artikel
  • Published: August 31, 2017
  • Hits: 431

Ciputat, PPIM – Di penghujung acara The 2nd Studia Islamika International Conference 2017, Kamis (8 Agustus 2017), Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama puluhan peneliti dari berbagai lembaga penelitian dan perguruan tinggi internasional menginisisasi pembentukan Southeast Asia Association for Islamic Studies (SEAFIS).

Deklarasi pendirian asosiasi ini dipimpin oleh Prof. Dr. Jamhari yang juga sebagai Dewan Penasehat PPIM UIN Jakarta. Jamhari menuturkan bahwa SEAFIS adalah forum akademik yang menghimpun sarjana-sarjana yang selama ini menekuni kajian Islam di kawasan Asia Tenggara. “Asosiasi ini berfungsi sebagai jejaring yang akan memperkuat promosi ragam pengkajian Islam Asia Tenggara”, ungkap Editor jurnal internasional, Studia Islamika, ini.

Prof. Azyumardi Azra, CBE sebagai inisiator juga menyatakan bahwa pembentukan asosiasi ini merupakan respon nyata dan komitmen dari para sarjana dalam merespon kondisi global. “Nyata-nyata saat ini pandangan mata seluruh dunia sedang menatap posisi Asia Tenggara sebagai poros global”, papar penerima gelar kehormatan Commander of the Order of the British Empire dari Ratu Inggris ini.

Prof. Edwin Wieringa (Cologne University, Jerman) sedang menandatangani prasasti SEAFIS

Azra menambahkan bahwa pengkajian Islam selama ini masih terfokus pada Timur Tengah sebagai poros utama. Stigma keberadaan Islam di Asia Tenggara sebagai Islam pinggiran pun masih melekat secara global. Padahal, kondisi sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang terjadi saat ini di Asia Tenggara telah menunjukkan bahwa keberadaan masyarakat Islam di kawasan ini sangat diperhitungkan.

Sebagai Ketua Pelaksana Konferensi, Jajang Jahroni, Ph.D mengungkapkan bahwa pembentukan asosiasi ini merupakan tanggung jawab moral para Editor Studia Islamika yang selama ini aktif menghimpun ragam perspektif para sarjana dalam mengkaji Islam Asia Tenggara. Diketahui bahwa inisiatif penerbitan Studia Islamika pada tahun 1994 pun diilhami dari kesenjangan pengkajian Islam yang masih terfokuskan di Timur Tengah pada masa itu.

Jajang pun menyatakan bahwa keanggotaan SEAFIS tidak hanya terbatas untuk para sarjana yang berasal dari negara-negara di kawasan ASEAN. Oleh karenanya, dalam pendirian asosiasi ini turut hadir pula beberapa sarjana internasional seperti Prof. Imtiyaz Yusuf (Thailand), Prof. Oman Fathurahman (Indonesia), Prof. Alizaman D. Gamon (Malaysia), Dr. Sidney Jones (Amerika Serikat), dan Prof. Edwin Wieringa (Jerman) yang turut menandatangani prasasti pembentukan SEAFIS.

“SEAFIS merupakan forum akademik dan terbuka untuk semua peneliti Islam Asia Tenggara. Anggotanya tidak hanya para peneliti yang berasal dari Negara-negara ASEAN, namun meluas hingga ke seluruh dunia”, papar alumni Boston University, Amerika Serikat, ini. [MNF]

Share this:

Studia Islamika

Agenda PPIM