Selamat Datang di Website Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Jakarta

PPIM Seminar ke-24

Ciputat, PPIM – PPIM dan Studia Islamika kembali menggelar diskusi rutin bertajuk PPIM Seminar Seri Ke-24 yang akan menghadirkan Dr. R. Alpha Amirrachman, Direktur Eksekutif Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC) sekaligus Dosen di UIN Sultan Ageng Tirtayasa Banten. Diskusi ini akan mengangkat topik “Pendidikan dan Konflik Sosial di Indonesia” dengan fokusnya adalah Indonesia bagian Timur, yakni Maluku.

Selengkapnya

Mengapa Peneliti Perlu Membuat Policy Brief?

Upaya mendorong pemerintah agar mampu memproduksi kebijakan berbasis data dan penelitian, merupakan salah satu aktivitas yang terus menerus dilakukan, tak terkecuali  oleh lembaga-lembaga penelitian di Indonesia seperti PPIM UIN Jakarta. Alasannya sangat jelas, agar kebijakan tersebut tepat sasaran dan efektif. Senin, 13 maret 2016 kemarin, guna meningkatkan kemampuan komunikasi lembaga penelitian dalam mensosialisasikan rekomendasi kebijakan, PPIM UIN jakarta mengadakan workshop tentang Policy Brief.

Selengkapnya

LSM dan Perguruan Tinggi Duduk Bersama Membahas Ekstremisme

Hampir dua dekade, serentetan peristiwa terorisme terjadi di berbagai belahan dunia. Berawal dari serangan teroris 11 September 2001 yang meluluhlantahkan menara kembar World Trade Center (WTC) US, menyusul kemudian insiden bom Bali di Indonesia pada 2002. Di tahun-tahun berikutnya terjadi ledakan di JW Marriot (2003), kedutaan Australia (2004), Rizt Carlton (2009), Masjid Mapolersta Cirebon (2011) dan penembekan di Thamrin (2016).  Rangkaian peristiwa tersebut lebih kurangnya menyisakan rasa pilu dan geram bagi kita. Indonesia yang ramah dan santun, kini menjadi lahan subur bagi serangkain keberutalan para teror. Hal yang paling menohok adalah aksi kebiadaban yang dilakukan kelompok Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) yang baru-baru ini menggemparkan dunia.

Selengkapnya

Menjadi Pencerah di Tengah Mayoritas Sunni

Ciputat, PPIM – Usep Abdul Matin, Ph.D, mengatakan, untuk menjadi seorang Syiah di tengah mayoritas Sunni di Indonesia, seseorang harus menjadi orang yang dapat mencerahkan. Ini dilakukan Jalaluddin Rakhmat sejak tahun 1980-an, yang mengusung proyek pencerahan.

Konsep proyek pencerahan yang diusung Jalal terinspirasi dari Murtadha Muthahhari. Misalnya, keterbukaan, non-sektarianisme, silaturahim, toleran terhadap keyakinan orang lain, rekonsiliasi pengetahuan. Mapping pemikiran Jalal dari 1991-2011 selalu terkait dengan proyek pencerahan tersebut, terutama terkait pada isu-isu pluralisme.

Selengkapnya