Selamat Datang di Website Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Jakarta

PPIM dan Swinburne University of Technology, Australia, Akan Tandatangani MOU Riset

Ciputat, PPIM – Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan menggelar penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan salah satu perguruan tinggi Australia, Swinburne University of Technology. Kegiatan tersebut akan digelar pada Senin, 3 April 2017, di Gedung PPIM Kampus 2 UIN Jakarta. Direktur Bidang Riset PPIM, Ismatu Ropi, Ph.D, mengatakan bahwa kedua lembaga telah menyepakati beberapa poin penting dalam kaitan pengembangan riset. PPIM dan Swinburne University of Technology akan bekerjasama dalam riset menyoal pengembangan “Transnational Corporate Lawyering”.…

Workshop Nasional: PPIM akan Meninjau Ulang Kebijakan dan Hambatan Riset di PTKIN

Pekan depan, PPIM UIN Jakarta bekerjasama dengan KSI akan mengadakan workshop guna mensosialisasikan hasil penelitian. Acara tersebut akan dilaksanakan pada 14-15 Maret 2017 di Gedung PPIM UIN Jakarta lantai III, pukul 09:00-selesai. Dalam workshop ini akan menghadirkan 13 narasumber yang pakar di bidangnya, diantaranya; Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA. CBE (Executive Board of PPIM UIN Jakarta), Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA (Dirjen Pendidikan Islam, Kemenag RI), Prof. Dr. H. Nizar Ali, MA (Direktur DIKTIS, Kemenag RI), Dr. Hans…

Riset PPIM: 78% Guru PAI Setuju Penerapan Syariat Islam di Indonesia

Jakarta- Ada ungkapan yang menyebut guru adalah penentu nasib bangsa. Ungkapan tersebut tak berlebihan, karena guru merupakan pendidik tunas-tunas bangsa. Nasib bangsa kita di masa depan, salah satunya ditentukan oleh bagaimana anak-anak didik saat ini mendapat pengetahuan dan didikan dari guru. Begitupun nasib kehidupan keagamaan Indonesia, juga salah satunya dan besar peranannya ditentukan oleh kualitas keagamaan dan cara pandang guru-guru agama soal keagamaan dan kebangsaan, yang ditransfer kepada anak-anak didik. Kita perlu merasa prihatin dengan nasib kehidupan keagamaan Indonesia saat ini…

Guru agama harus tanamkan sikap kebangsaan

Seminar bertajuk “Guru Agama, Toleransi, dan Isu-isu Kehidupan Keagamaan Kontemporer di Indonesia” yang berlangsung di Ruang Teater Prof Dr Zakiah Daradjat Fakultas Psikologi UIN Jakarta, Kamis, 15/12/2016. (istimewa) Jakarta (ANTARA News) - Kehadiran guru agama di sekolah sejatinya tidak hanya menaburkan ajaran-ajaran keagamaan, tetapi mereka juga diharapkan mampu menanamkan dan mengembangkan sikap kebangsaan pada anak-anak didik, kata Dr Didin Syafruddin. "Peran guru agama di berbagai sekolah akhir-akhir ini menjadi semakin penting di tengah tumbuhnya radikalisme di Indonesia," kata Peneliti Senior…

Studia Islamika Raih Penghargaan Jurnal Nasional Terbaik Kemenristekdikti 2016

Prof. Jamhari mewakili Studia Islamika menerima penghargaan jurnal terbaik 2016 (foto: pribadi) Surakarta, UNS - Studia Islamika, kembali meraih prestasi. Setelah dinobatkan sebagai jurnal ilmiah internasional terindeks Scopus pada Mei 2015 lalu, terbitan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini diganjar sebagai jurnal ilmiah terbaik dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dalam kategori Jurnal Ilmiah Nasional Terakreditasi Terbaik. Sebagaimana diketahui bahwa, selain terindeks Scopus, Studia Islamika saat ini mendapatkan akreditasi A. Pemberian penghargaan tersebut diterima…

Menjadi Pencerah di Tengah Mayoritas Sunni

Ciputat, PPIM – Usep Abdul Matin, Ph.D, mengatakan, untuk menjadi seorang Syiah di tengah mayoritas Sunni di Indonesia, seseorang harus menjadi orang yang dapat mencerahkan. Ini dilakukan Jalaluddin Rakhmat sejak tahun 1980-an, yang mengusung proyek pencerahan. Konsep proyek pencerahan yang diusung Jalal terinspirasi dari Murtadha Muthahhari. Misalnya, keterbukaan, non-sektarianisme, silaturahim, toleran terhadap keyakinan orang lain, rekonsiliasi pengetahuan. Mapping pemikiran Jalal dari 1991-2011 selalu terkait dengan proyek pencerahan tersebut, terutama terkait pada isu-isu pluralisme. “Kang Jalal selau menggunakan statusnya sebagai minoritas…

Pengumuman Peserta Seminar PPIM ke-23

Terima kasih atas partisipasi para pendaftar yang antusias mengikuti seminar PPIM serial ke-23. Bagi yang belum terdaftar masih ada kesempatan di lain waktu, untuk mengikuti acara-acara PPIM selanjutnya. Secara resmi kami umumkan peserta seminar PPIM ke-23. Silahkan unduh PDF di bawah ini: Peserta Seminar PPIM ke-23

Studia Islamika

Agenda PPIM