Selamat Datang di Website Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Jakarta

Peneliti Oxford akan Membahas Dinamika Ormas Islam di Luar Jawa

  • Writer: Admin
  • Category: Artikel
  • Published: March 16, 2017
  • Hits: 1230

Saat ini, NU dan Muhammadiyah dianggap sebagai dua poros utama ormas Islam moderat di Indonesia. Keduanya dinilai sebagai dua pilar kekuatan masyarakat sipil yang berperan menegakkan nilai-nilai sosial –seperti toleransi, hak asasi manusia dan perdamaian–,  keagamaan dan kebangsaan di Indonesia. Bahkan banyak ahli berargumen bahwa keberhasilan transisi demokrasi Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kontribusi kedua ormas Islam terbesar di Indonesia ini. Namun, pada konteks regional, NU dan Muhammadiah sejatinya bukanlah satu-satunya ormas Islam yang berperan dalam mendorong nilai-nilai tersebut. Ada ormas Islam lain di luar Pulau Jawa yang juga memengaruhi kehidupan sosial keagamaan bahkan politik berdasarkan lokalitasnya. Fakta ini menimbulkan beberapa pertanyaan: bagaimana sebenarnya dinamika ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah? Bagaimana peran dan pengaruh sosial politik mereka dalam konteks lokalitasnya masing-masing?

Berdasarkan penelitiannya, Kevin William Fogg, PhD, sejarawan asal University of Oxford, menggali peran dan fungsi tiga ormas Islam moderat selain NU dan Muhammadiyah di luar Pulau Jawa. Pertama, Nahdlatul Wathan (NW) di Nusa Tenggara Barat yang didirikan pada 1953.  Kedua, Alkhairaat yang mengklaim sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia Timur yang memiliki ratusan jaringan pesantren dengan basisnya di Sulawesi Tengah. Ketiga, Jam’iyatul Washliyah mewakili ormas Islam terbesar di Sumatera Utara yang mempunyai pengaruh sosial-politik di dalam masyarakat setempat. Sebagai contoh, NW selain mempunyai basis sosial-keagamaan melalui pesantren dan sekolah-sekolah di NTB, ia juga mempunyai pengaruh politik yang kuat dalam dinamika politik lokal di sana. Bahkan para tokohnya menempati jabatan-jabatan politik yang strategis. Lebih jauh, saat ini pemimpin sekaligus tokoh NW, TGH. Muhammad Zainul Majdi, menjabat sebagai Gubuernur NTB selama dua periode berturut-turut.

Dalam membahas topik dan pertanyaan di atas, PPIM UIN Jakarta dan Jurnal Studia Islamika menyelenggarakan Seminar PPIM-Studia Islamika ke-30 dengan tajuk “Ormas Islam dan Dinamika Regional di Luar Jawa”. Seminar diselenggarakan pada hari Rabu, 22 Maret 2017 pukul 14.00 – 16.00 WIB di Ruang Seminar PPIM Lantai 3, Kampus 2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat. Dalam seminar ini, Kevin W. Fogg ingin menegaskan bahwa dengan memahami dinamika regional organisasi-organisasi seperti ini kita dapat memahami kehidupan organisasi Islam di Indonesia secara utuh.

Kevin W. Fogg, PhD adalah Indonesianis asal Albukhary Foundation Fellow dalam bidang Sejarah Islam di Asia Tenggara di Oxford Centre for Islamic Studies, William Golding Junior Fellow di Brasenose College, dan Dosen Islamic Centre di Fakultas Sejarah di Universitas Oxford. Pada tahun 2016-17 ini ia sedang melakukan riset dan menjadi visiting researcher di PPIM dan FISIP UIN Jakarta, dan telah bekerjasama dalam bidang penelitian dengan beberapa kampus di Indonesia, khususnya IAIN Mataram, IAIN Palu, dan UIN Sumatra Utara. (RES).

Bagi yang berminat hadir, silahkan mendaftarkan diri segera di sini.

Share this:

Studia Islamika

Agenda PPIM

International Conference 2017

Rabu, 24 Mei 2017
13:30 - 17:00 WIB