Selamat Datang di Website Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Jakarta

Studia Islamika Kunjungi Jurnal Berusia 162 Tahun



Leiden, PPIM – Tim Editor Studia Islamika menyelesaikan kunjungannya di Leiden, Belanda, dengan menemui pengelola jurnal Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde pada Rabu (16/12). “Kunjungan ini dimaksudkan untuk mempelajari sejauhmana Bijdragen mampu bertahan untuk terbit. Di samping itu, jurnal ini memiliki kesamaan dengan Studia Islamika, yakni kajian kawasan Indonesia dan Asia Tenggara dalam kajian ilmu sosial-humaniora”, ungkap Dr. Ayang Utriza Yakin yang memimpin kunjungan ini.

Dalam kunjungan ini, Tim Editor ditemui langsung oleh pemimpin redaksi, Dr. Freek Colombijn, di kantor redaksi, di Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV), Leiden. “Bijdragen dikenal secara luas dengan nama BKI. Jurnal ini mulai diterbitkan sejak tahun 1853 dengan niat awal untuk menyebarkan informasi tentang Indonesia secara ilmiah”, ungkap Colombijn membuka pertemuan pada pagi itu.

Asssociate Professor dalam Antropologi di Universitas Amsterdam ini menjelaskan bahwa BKI telah memiliki reputasi yang sangat baik dalam hal pengelolaan jurnal. Reputasi itu diraih bukan hanya karena usia yang sudah sangat lama, namun karena pengelola BKI mampu menjaga mutu artikel dengan baik.

Menyoal raihan nama baik, Freek menyarankan agar pengelola jurnal sabar untuk menggapainya karena hal itu memakan waktu yang lama. Apabila telah diraih reputasi itu, maka hendaklah menjaganya dengan baik. Mengenai hal ini, Freek mengibaratkannya dengan pepatah Belanda. “Nama baik itu datang dengan berjalan kaki, namun ia akan pergi dengan naik kuda”, ungkapnya. Artinya, sesuatu yang baik diraih dengan susah payah, sebaliknya sesuatu yang buruk digapai dengan mudah.

Freek Colombijn juga membeberkan alur penyuntingan satu artikel dengan menggunakan perangkat lunak bernama Editorial Management System (EMS). Sistem ini digunakan untuk mempermudah kinerja penyuntingan serta membuat pengelolaan menjadi lebih tertata dan rapih. Meski demikian, Freek menegaskan bahwa sistem ini sama sekali tidak menjamin mutu artikel. “Penjaminan mutu artikel tetap berada di tangan penyunting (editor) dan penelaah (reviewer)”, tegas Freek.

Dalam segi pencapaian indeksasi, jurnal Bijdragen yang pada mulanya diterbitkan KITLV, tapi sejak beberapa tahun ini diterbitkan Brill, tergolong istimewa. Pasalnya, jurnal ini telah terindeks dalam Scopus dan ISI Thomson. [MNF]

Share this: