Katalog yang memuat total 1817 judul-judul kitab yang pernah dicetak dan diterbitkan di Asia Tenggara kini telah tersedia secara online. Katalog berjudul “A Provisional Catalogue of Southeast Asian Kitabs of Sophia University” tersebut dapat diakses pada laman http://dept.sophia.ac.jp/is/iac/en/library_info/collection/. Penyusunan katalog ini telah dimulai sejak tahun 2006 oleh Institute of Asian Culture di Universitas Sophia, Jepang.

“Proyek penyusunan katalog ini diluncurkan pada tahun 2006 dalam program Development of Southeast Asian Islam. Fokus dari program ini adalah jaringan keilmuan Islam di Asia Tenggara terutama dalam hal produksi, publikasi, dan sirkulasi kitab-kitab yang dihasilkan oleh para cendekia dari Asia Tenggara” ujar Prof. Kawashima Midori, Editor-in-Chief katalog ini.

Lebih lanjut, penulis buku The Qur’an and Islamic Manuscripts of Mindanao (2012) ini menuturkan bahwa terdapat tiga kriteria “kitab” dalam katalog ini. Pertama, kitab-kitab yang ditulis atau diterjemahkan oleh cendekia dari Asia Tenggara. Kedua, kitab-kitab yang diterbitkan di Asia Tenggara. Ketiga, kitab-kitab yang ditulis, diterjemahkan, atau komentar (syarh) dari cendekia yang bukan berasal dari Asia Tenggara namun diterbitkan di Asia Tenggara.

“Penyusunan katalog ini membutuhkan waktu yang sangat panjang. Kami memulai penelusuran kitab-kitab tersebut di beberapa kota dalam lima negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Brunei Darussalam” papar Guru Besar Universitas Sophia ini.

Dalam keterangan yang lain, Peneliti PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Oman Fathurahman, yang memimpin pembacaan, dan mengawal deskripsi, atas semua koleksi kitab tersebut bersama Ervan Nurtawab, M.A. dari STAIN Jurai Siwo Metro Lampung ini, mengungkapkan bahwa kitab merupakan kurikulum utama yang digunakan dalam sistem pendidikan Islam tradisional di Asia Tenggara semacam ‘pesantren’ di Jawa, ‘zawiyah’ di Aceh, ‘surau’ di Minangkabau, atau ‘pondok’ di Patani dan Malaysia.

“Akhir abad ke-19 adalah era baru bagi sejarah literasi di Asia Tenggara yang ditandai dengan mulai berakhirnya era tulisan tangan (manuscripts) dan masuknya era teknologi cetak (printing technology). Perkembangan inilah yang mendorong percetakan lokal untuk mereproduksi teks-teks keislaman dalam bentuk edisi cetak” ungkap Ketua Umum Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) ini.

Oman juga berharap bahwa dengan terbitnya katalog ini jalan untuk mengeksplorasi karakteristik Islam di Asia Tenggara semakin terbuka lebar. “Sumber-sumber yang tersedia dalam katalog ini akan memberikan perspektif yang lebih komprehensif dalam hal memahami Islam Asia Tenggara secara lebih akurat” pungkas Guru Besar Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Jakarta, mengakhiri kata pengantar dalam katalog ini.

Katalog ini merupakan versi yang kedua dari versi pertama yang telah dicetak pada tahun 2010. Adapun versi yang pertama dari katalog ini pernah direview oleh Nicholas Heer, Guru Besar Universitas Washington di Amerika Serikat,  dalam Studia Islamika, Vol. 18, No. 2, 2011. Klik di sini untuk mengunduh review katalog tersebut.[MNF]