Dapatkan Segera Buku & Hasil Penelitian PPIM UIN Jakarta Download Sekarang

Dr. Hamid Nasuhi

Dr. Hamid Nasuhi

Direktur Advokasi & Knowledge Management

Sebelum bergabung dengan PPIM pada awal 2015, Hamid Nasuhi lebih banyak berkiprah di birokrasi
kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sejak pulang dari program visiting Ph.D student di McGill
University, Montreal, Kanada (Januari-Juli 1999), ia diminta ikut mengelola Jurusan Perbandingan
Agama, Fakultas Ushuluddin, sebagai Sekretaris dan kemudian Ketua. Pada 2001, ketika IAIN Jakarta
mempersiapkan diri berubah menjadi UIN, Hamid ditunjuk sebagai direktur Program Konversi UIN
selama kurang lebih setahun. Setelah berdiri UIN, ia kembali ke Fakultas Ushuluddin dan menjabat
sebagai Pembantu Dekan Bidang Akademik (2002-2010). Dari 2010 sampai akhir 2014 ia kemudian
diangkat oleh rektorat menjadi Direktur Pengembangan Akademik dan diberi tugas tambahan sebagai
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Universitas. Hamid kemudian diangkat menjadi Direktur Advokasi
dan Knowledge Management PPIM UIN Jakarta untuk periode kepengurusan 2019-2023.
Pendidikan tinggi Hamid Nasuhi seluruhnya ditempuh di IAIN (kemudian UIN) Syarif Hidayatullah
Jakarta. Memulai kuliah pada 1981, lulus Sarjana Muda Fakultas Ushuluddin 1984; Sarjana (S1) Jurusan
Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin (1987); S2 Pengkajian Islam Program Pascasarjana (1994);
dan S3 Pengkajian Islam Sekolah Pascasarjana (2007). Sejak 1988 ia direkrut sebagai dosen di almamater
dengan mata kuliah Aliran Kepercayaan. Di tempat lain, ia pernah mengasuh mata kuliah Studi Islam di
Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2003-2009) dan di Universitas Bakrie
(2007-2013).
Sampai sekarang ia terus memfokuskan keahliannya di bidang Perbandingan Agama, khususnya Aliran-
Aliran Kepercayaan dan Agama-Agama (Minor) Dunia. Karena bidang keahlian itu, ia mengembangkan
minatnya kepada gerakan-gerakan keagamaan baru (new religious movement), khususnya di Jawa,
hubungan Islam dengan kebudayaan Jawa, dan naskah-naskah keagamaan periode Mataram Islam.
Beberapa tulisannya mencerminkan bidang yang diminatinya, antara lain “Al-Tasawwuf wa al-Thuruq al-
Shufiyyah fi Indunisiya: al-Istimrariyah wa al-Tajdidiyah” jurnal Studia Islamika (1996); “Yasadipura I
(1729-1803): Biografi dan Karya-karyanya” jurnal Al-Turas (2005); “Jawa Abad ke-18: Sketsa Sosial-
Politik dan Religio-Kultural,” jurnal Mimbar Agama & Budaya (2005); “Diskursus Tasawuf di Jawa
Abad ke-18: Studi atas Serat Cabolek” jurnal Mimbar Agama & Budaya (2007); “Al-Musâhamah al-
Tsaqâfiyah li Jâmi’ah Syarîf Hidâyatullâh al-Islâmiyah al-Hukûmiyah fî Tathwîri Fikrat al-Ijtimâ’iyyah

al-Dîniyyah” jurnal Studia Islamika (dengan Agus Darmaji [2009]); dan Serat Dewaruci: Tasawuf Jawa
Yasadipura I (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2009).


X